Ketika malam datang dan kita terlelap, adakah kita menyadari apa yang terjadi di sekitar kita?
Tentu tidak.
Karena itu, agama menuntun kita untuk berdoa sebelum tidur, memohon perlindungan Tuhan di saat kita tak lagi berdaya menjaga diri sendiri. Sebab, dalam tidur, manusia menyerahkan seluruh kesadarannya dan hanya kuasa Tuhanlah yang menjaga.
Namun, ketika fajar menyingsing dan kita terjaga, apakah berarti perlindungan Tuhan tak lagi dibutuhkan?
Tentu juga tidak.
Sebab di balik segala aktivitas yang kita jalani bekerja, belajar, berjuang, atau sekadar bernapas ada kuasa yang lebih besar yang menuntun segalanya agar tetap berjalan sebagaimana mestinya. Di sinilah manusia seharusnya sadar: kita lemah tanpa campur tangan Tuhan.
Berdiri sendiri, manusia mudah goyah.
Namun, bila ia berjalan dengan kekuatan Tuhan di dalam dirinya, maka tak ada apa pun dan siapa pun yang mampu menjatuhkannya.
Ada sebagian orang yang memandang rendah aktivitas keagamaan.
Mereka sering bertanya sinis,
“Untuk apa sih berdoa? Bukankah semua ini bisa dijelaskan secara logika?”
Padahal, tidak semua hal di dunia ini bisa dijelaskan oleh akal. Ada banyak misteri yang melampaui batas nalar kita termasuk tentang Tuhan dan agama. Dan di situlah letak iman: mempercayai sesuatu yang tak bisa dijangkau oleh mata atau diurai oleh logika.
Kita tahu bahwa mobil bisa bergerak karena ada percikan api kecil di dalam silinder yang menimbulkan letupan.
Tapi, apakah kita sungguh paham bagaimana letupan kecil itu bisa menggerakkan tonase logam sebesar itu?
Bahkan perusahaan raksasa seperti Lamborghini pun tak benar-benar tahu rahasia terdalamnya, meski telah meneliti bertahun-tahun lamanya.
Begitu pula dengan listrik. Kita tidak tahu bagaimana tenaga yang tak terlihat itu bisa menyalakan lampu, menghidupkan komputer, dan menggerakkan dunia. Tapi kita tetap menggunakannya, menikmatinya, mempercayai keberadaannya.
Agama pun begitu.
Kita mungkin tidak tahu bagaimana doa bekerja. Tapi ketika kita berdoa, hati menjadi lebih tenang.
Kita mungkin tidak bisa menjelaskan rahasia iman. Tapi berkat iman, hidup menjadi lebih terarah.
Aku tidak tahu bagaimana doa mampu mengubah sesuatu.
Namun aku tahu, dengan berdoa, aku berubah.
Aku menjadi lebih damai, lebih ringan, lebih sadar bahwa dunia ini tidak sepenuhnya bergantung pada diriku sendiri.
Agama telah menjadi oase yang menenangkan di tengah badai pasir kehidupan tempat aku menemukan arah saat segalanya terasa samar.
Lebih dari empat abad yang lalu, filsuf Francis Bacon pernah berkata:
“Filsafat yang dangkal membuat orang cenderung menuju ateisme, tapi filsafat yang mendalam akan membawa manusia kembali kepada iman.”
Dan aku kini mengerti maksudnya.
Semakin dalam kita menelusuri misteri kehidupan, semakin kita sadar bahwa segalanya tidak berdiri sendiri.
Ada tangan yang menata, ada kasih yang memelihara, ada Tuhan yang selalu hadir bahkan ketika kita tidak menyadarinya.
Sebab jika Tuhan tidak ada, jika agama tak benar,
maka hidup ini hanyalah lelucon yang tragis: berjalan tanpa arah, berakhir tanpa makna.