Overthinking   October 23, 2025
Tags:

Kadang, kata-kata saja nggak cukup.
Yang benar-benar membuat manusia merasa hidup dan yakin adalah bukti nyata tindakan yang menunjukkan bahwa kita bisa bertahan, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun.

Tuhan menciptakan manusia dengan luar biasa sempurna. Kita diberi akal, rasa, dan kemampuan untuk menghadapi apa pun. Tak ada makhluk lain yang sekompleks dan sekuat manusia. Kalau aku salah, silakan koreksi. Tapi sungguh, manusia memang istimewa.

Dan di antara semua alasan untuk bertahan, satu yang paling kuat adalah impian.
Impianlah yang bikin kita terus berjalan, bahkan saat langkah mulai berat.

Sekarang aku ada di fase hidup yang mulai memikirkan keterikatan dengan seseorang mungkin istilah umumnya, “komitmen seumur hidup”.
Banyak orang takut memulai hidup bersama pasangan, bahkan dengan orang yang mereka cintai. Kenapa?

Karena hubungan itu bukan sekadar rasa suka.
Kita dua individu berbeda dengan kepala keras yang berbeda, tujuan hidup yang berbeda, dan tentu, impian yang juga tak sama. Dan di sanalah ujian dimulai: apakah benar dia adalah pilihan kita?

Aku pernah bermimpi menjalani hal ini, tapi gagal. Berkali-kali.
Namun aku percaya, setiap kegagalan itu bukan akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju titik yang lebih jelas tujuan hidup yang sebenarnya.

Kadang aku berpikir, hidup terasa hampa tanpa pasangan. Entah itu karena cinta, kebutuhan emosional, atau sekadar naluri dasar manusia yang ingin punya keturunan.
Kita lapar, kita makan. Kita haus, kita minum. Tapi saat bicara tentang kebutuhan batin dan fisik, masyarakat sering menutupinya dengan rasa tabu.

Padahal, agama dan budaya kita sudah memberi jalan yang benar: menikah.
Di balik semua candaan dan keresahan, aku cuma ingin menemukan seseorang yang sah dan tepat untuk menemani perjalanan ini.
Bukan sekadar untuk mengisi ruang kosong, tapi untuk tumbuh bersama.

“Overthinking” satu kata yang bisa mengguncang seluruh tubuh.
Pernah nggak, bangun tidur kamu merasa bahagia, tapi begitu berangkat kerja, mood langsung turun tanpa sebab jelas?
Itulah overthinking. Pikiran yang terlalu jauh melompat ke hal-hal yang belum terjadi.

Kita sering lupa: manusia memang makhluk paling sempurna, tapi juga paling rapuh terhadap perubahan.
Kita takut berubah, padahal perubahan itu perlu.
Kita menolak emosi, padahal menolak justru bikin luka makin dalam.

Coba bayangkan dua situasi ini:

  1. Kamu ditinggalkan seseorang. Lalu kamu marah, berkata dalam hati, “Gue bisa dapetin yang lebih dari lo!” itu bentuk perlawanan.

  2. Tapi kalau kamu berkata, “Ya sudah, mungkin ini yang terbaik. Aku terima.” itu bentuk penerimaan.

Sama-sama sakit, tapi efeknya berbeda.
Melawan hanya memperpanjang luka.
Menerima justru membuka jalan penyembuhan.

Semesta selalu berpihak pada mereka yang mau berdamai dengan diri sendiri.
Dan aku belajar, bahwa menerima jauh lebih kuat daripada sekadar membuktikan.

Pada akhirnya, semua kembali ke satu hal: percaya.
Percaya bahwa apa pun yang terjadi, ada maksud baik di baliknya.
Percaya bahwa manusia nggak akan diuji melebihi batas kemampuannya.

Jadi kalau saat ini kamu lagi overthinking, tenangkan diri.
Ambil napas dalam-dalam.
Katakan pada diri sendiri:

“Aku cukup. Aku mampu. Dan semuanya akan baik-baik saja.”

Blog Terkait

© 2025 Aung Ramadhan. All Rights Reserved.
Powered by Indotify