Waktu kecil, saya sangat takut pada cabai. Setiap kali tanpa sengaja memakannya, saya pasti menangis karena kepedasan. Sejak itu, saya selalu berusaha memastikan setiap makanan saya aman dari cabai.
Bapak saya lalu berkata pelan,
“Kamu tidak perlu takut pada cabai. Meski terasa pedas, cabai akan membuatmu cepat besar.”
Sampai hari ini, saya belum tahu apakah benar cabai bisa membuat tubuh cepat besar. Tapi setiap kali saya gagal membangun hubungan, setiap rencana berakhir sia-sia, atau niat baik disalahpahami hingga menimbulkan luka, saya selalu teringat kata-kata ayah saya dulu.
“Meski terasa pedas, cabai akan membuatmu cepat besar.”
Kekalahan, kejatuhan, penolakan, semua itu pedas rasanya. Tapi mungkin memang itulah bumbu yang membuat kita tumbuh. Rasa pedas kehidupanlah yang mengajarkan kita arti ketahanan, kesabaran, dan kebesaran hati.
Kadang hidup membuat kita nelangsa karena usaha yang gagal, kehilangan yang menyakitkan, atau perpisahan yang tak kita kehendaki. Di saat-saat seperti itu, mudah sekali untuk mengasihani diri sendiri, merasa tak berguna, kehilangan arah dan keyakinan.
Namun jika kita membuka mata sedikit lebih lebar, kita akan menyadari: kita tidak semalang yang kita bayangkan. Kita masih punya rumah untuk pulang, keluarga yang mencintai, sahabat yang setia, tubuh yang sehat, pikiran yang waras, dan harapan yang masih menyala. Dan di atas semua itu, kita masih punya Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Jadi, jangan takut pada cabai, jangan takut pada hal-hal yang terasa pedas di hidup ini. Karena justru dari sanalah kita bertumbuh.
Rasa pedas mungkin membuat kita menangis, tapi setelahnya, ia juga membuat kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih besar.