Cerita dan Nilai saat Menonton Tojima Wants to Be a Kamen Rider   October 26, 2025
Tags:

Guys, baca baik-baik deh! Gue baru nonton anime Tojima Wants To Be A Kamen Rider, dan sumpah ya, gue langsung speechless dan meweeekkk banget!

Ini bukan review biasa, ini diary curhat gue, karena jujur, anime ini relate banget sama kita-kita yang udah nggak ABG lagi, tapi masih cinta mati sama anime dan Tokusatsu.

Lo bayangin, ada bapak-bapak namanya Tojima, usianya udah mau 40 tahun, tapi cita-citanya masih pengen jadi Kamen Rider. Di dunianya, Kamen Rider itu cuma tontonan, dan Shocker (musuhnya) itu fiktif.

Kayak kita banget, nggak sih? Kita pengen jadi Naruto, pengen Kamehameha, tapi ya sudahlah, namanya juga realita.

Tojima ini sempat nyerah lho, dia mikir, “Oke, I should move on.” Dan pas dia hampir menyerah total, BOOM! Shocker beneran nongol!

Momen itu tuh plot twist yang bikin jantung dag dig dug kayak lagi ketemu crush! Animasinya, vibes-nya, bikin gue langsung teriak: “INILAH SAATNYA PAK TOJIMA!”

Please ya, jangan kaget. Manganya itu gambarnya biasa aja. Tapi begitu dijadiin anime, parah sih! Visualnya gokil, gerakan fight-nya itu effortless banget. Nggak ada tuh adegan freezing atau still frame yang hemat budget.

Lo lihat deh, adegan dia nendang, adegan dia nonjok, semuanya digarap niat banget. Suara sound effect-nya juga gila parah. Gue jadi mikir, kayaknya nih studio lagi pamer skill deh!

Oh iya, momen flashback masa kecil Tojima di sekolah itu masterpiece. Itu yang bikin ceritanya jadi deep dan nggak cuma soal robot-robotan. Itu soal tekad murni!

Nah, ini bagian yang paling ngena dan bikin gue mikir keras sambil nangis.

Tojima itu bisa henshin dan melawan Shocker bukan cuma karena dia hoki Shocker muncul. Tapi karena dia siap!

Selama 40 tahun, dia nggak cuma ngoleksi figure. Dia latihan fisik gila-gilaan! Nonjok pohon, lari, push up. Dia nggak cuma jadi fans pasif, dia jadi praktisi!

Ini sentilan buat kita semua: Kita cuma menghafal jurus Naruto, tapi nggak pernah lari pagi. Kita cuma tahu semua lore One Piece, tapi nggak pernah punya semangat pantang menyerah kayak Luffy di dunia nyata.

Gue ngerasa kena tampar bolak-balik! Mimpi itu nggak datang tiba-tiba, Guys. Kita yang harus nyiapin diri buat mimpi itu.

Momen puncaknya adalah pas dia henshin. Tojima yang body-nya udah sixpack kayak bapak-bapak atlet, pakai topeng Kamen Rider plastik kecil (punya anak kecil, mungkin?).

Gue nangis kejer di situ.

Topeng itu bukan cuma penutup muka, tapi simbol janji masa kecil yang akhirnya ditepati sama dirinya yang dewasa. Air mata bahagia, takut, lega, semuanya campur aduk di balik topeng simple itu.

Anime ini ngasih tahu kita, nggak apa-apa kalau kita punya mimpi “konyol” masa kecil. Yang penting, kita siap saat kesempatan itu datang.

So, buat kalian yang masih suka ngerasa “wibu tua” dan masih memendam mimpi, tonton ini! Ini healing yang sangat menusuk. Mimpi itu harus dikejar, bukan cuma ditunggu!

Blog Terkait

© 2025 Aung Ramadhan. All Rights Reserved.
Powered by Indotify